.

advertising

Tuesday, February 10, 2009

Tukar Link. Perlukah?


Tukar Link. Perlukah?
Menurut saya tidak perlu dan hanya menghabiskan waktu. Backlink memang salah satu pilar penting SEO, namun mencari backlink dengan tukeran link, kini tampaknya sudah menjadi teknik basi SEO.

Lho Kenapa?
Meski ada di dunia maya, Hukum bisnis Blog tidak jauh berbeda dengan hukum bisnis di dunia nyata. Dengan bertukar link berarti kita melakukan two-way link atau merekomendasikan website/blog lain dengan imbalan memperoleh link balik ke blog kita dari website/blog tersebut.

Dalam bisnis di dunia nyata, saling merekomendasikan ini mudah dikenali sebagai main mata alias kong-kali-kong. Pelakunya bisa diberi sanksi karena dianggap bersekongkol untuk memperoleh keuntungan. Analoginya mungkin sama dengan penunjukan langsung (tanpa tender) pelaksana pekerjaan/ penyedia jasa sebuah proyek. Baik penunjuk (pimpinan proyek) maupun yang ditunjuk (kontaktor) bisa bermasalah di KPK jika dikemudian hari mereka diketahui saling memberi keuntungan.



Untungnya, hal itu tidak terjadi di dunia internet. Google sebagai “penguasa” internet tidak menjatuhkan hukuman pada mereka yang melakukan two-way link ini. Google memang tidak punya alasan menghukum mereka yang melakukan “transaksi” tukeran link ini karena siapa tahu mereka yang bertukar link ini masih ada hubungan keluarga, teman, atau kerabat tanpa niat sama sekali untuk mencari keuntungan disisi SEO. (Jangankan mencari keuntungan, Apa SEO aja banyak yang belum ngerti)

Lalu bagaimana?
Ya carilah link natural atau seolah-olah natural. Link natural biasanya didapat dari one way link yang diberikan blog/website lain jika artikel yang ditulis benar-benar bermutu. (ingat: content is the king!). Sementara link yang seolah-olah natural bisa didapat dengan membangun dummy blog. Hal ini ibarat merekomendasikan warung bakso milik sendiri melalui dengan membangun warung soto. Namun Ingat, tidak usah ada rekomendasi balik dari warung bakso untuk warung soto!

Teknik SEO memang terus berkembang. Di internet hingga kini memang masih banyak website yang memberikan layanan pertukaran link seperti linkalizer. Saya sendiri pernah mencoba layanan itu beberapa saat. Namun, tampaknya hal itu tidak membantu SEO blog saya karena layanan yang diberikan hanya pencarian website yang bersedia melakukan two-way link. Parahnya lagi, website yang ditawarkan (bersedia tukar link) lebih banyak berasal dari situs-situs yang tidak sejenis. Jadinya malah aneh. Masa situs yang membahas mesin mobil ditawari bertukar link dengan website yang menjual sepatu bola?

Jadi daripada repot-repot mencari mencari website/blog yang mau tukeran link lebih baik bikin blog bermutu agar kita dapat link natural. Atau paling nggak bikinlah dummy blog sebanyak-banyaknya agar blog anda tampak “seolah-olah” bermutu.

Selamat berburu link, keep in bloggerhood!

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment