.

advertising

Wednesday, February 18, 2009

Ponari -- Udah Kecil Ajaib Lagi



Ponari Sang Dukun Cilik Ajaib ? wahh dari judulnya aja Ponari itu kayanya hebat banget ajaib gitu lohh, Siapa sih ponari itu yeaahh ponari adalah pelawak lenong terkenal dengan suara yang cemprengg WOoooOI itu sih po nori :: sori-sori ::

Ponari atau muhamad ponari adalah seorang bocah iseng warga Dusun Kedungari Desa Balongsari Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, yang tiba-tiba mendadak saja dicari banyak orang karana ponari ini di anggap memiliki kemampuan supranatural yang bisa menyembuhkan orang sakit.

Warga percaya, jika meminum air yang sudah dicelup batu milik Ponari, penyakit yang diderita akan segera sembuh. Kepercayaan ini, berawal dari kisah Ponari, yang sempat hampir pingsan karena tersambar petir pada pertengahan Januari 2008 lalu.

Kisah Ponari ini sendiri, bermula dari kejadian mistis yang terjadi sebulan lalu. Saat itu, dia mendapati batu berwarna kuning emas di atas kepalanya, sesaat setelah petir menyambar. Batu itu kemudian, berulang kali ia buang dan kembali ke tangannya.

Praktek Ponari Sang Dukun Cilik Ajaib ini juga sudah memakan beberapa korban ? bukan karana keracunan air yang dicelupkan batu milik anak ajaib itu melainkan karana kelelahan berdesakan mengantri memperoleh pengobatan dari sang dukun cilik ini.

Kalau menurut medis sih katanya yang berperan adalah sugesti si pasien. dan kalau gak salah Dari hari ke hari pasien Ponari mencapai angka 50 ribu orang. ::wew::

Saya pribadi bertanya-tanya dalam hati apakah ini ::: cieeeh bahasanya :: yahh apakah ini merupakan keputus asaa orang pada penyakitnya !! atau karana biaya untuk berobat kedokter itu mahal ::emang bener sihh mahal:: jadi istilahnya orang yang gak punya duit itu dilarang sakit :lol: nihh ada sedkiti kutipan beritanya.
Tarif Dokter Mahal, Pasien Ponari Membludak

Dari puluhan ribu warga yang berharap sembuh ini, setidaknya memiliki alasan kenapa mereka harus rela mengantre hingga beberapa hari, hanya sekedar meminta air yang dijampi-jampi dengan batu yang katanya ajaib itu. Selain alasan ingin sembuh, mereka juga memiliki alasan yang bisa memukul para dokter. Kenapa demikian, mereka menganggap jika tarif dokter yang melangit, tak lagi terjangkau.

Alasan itu tak hanya alasan yang diungkapkan segelintir orang saja. Setidaknya, ini dibuktikan dengan "baju" para pasien Ponari yang rata-rata adalah kalangan menengah bawah. Hanya berbekal uang Rp1.000 untuk membeli tiket antrean, dan beberapa lembar ribuan lainnya untuk sumbangan, mereka sudah mendapatkan sugesti jika sakitnya akan hilang berkat tangan Ponari.

Setidaknya, alasan inilah yang diungkapkan Karim (36), salah satu pasien dari Kota Blitar yang kemarin bertandang ke rumah praktik Ponari. Bapak yang mengalami sakit pegal-pegal dan tak kunjung sembuh ini, mengaku enggan pergi ke dokter untuk sakit yang sudah tujuh bulan menghinggapinya itu. Lagi-lagi, alasannya adalah mahalnya biaya untuk berobat ke dokter.

"Kalau ke dokter mahal. Di sini (rumah Ponari), cukup hanya dengan membeli kupon saja. Soal tarif, tak ditentukan," kata Karim, sembari memegang erat segelas air mineral untuk dijampikan ke Ponari.

Hanya alasan tarif itu, ia harus rela berlama-lama dan berdesakan diantara puluhan ribu pasien Ponari lainnya. Meski dalam sehari, tak tentu ia bisa mendapatkan obat atas sakitnya itu. Sudah dua hari ini ia menginap di desa kelahiran Ponari. Tidurpun, ia tak mengabaikan. "Saya tidur di teras rumah penduduk. Sebelumnya, saya tidur di masjid. Dan baru hari ini saya dapat kupon," lanjutnya, kemudian menunjukkan kupon bernomor 8818 itu.

Dia lantas menyinggung kualitas dokter dalam menangani pasiennya. Tanpa meremehkan, dia juga mengaku telah berkali-kali berobat ke paramedis. Hasilnya, kesembuhan tak kunjung datang. "Saya berangkat dari keyakinan. Dan saya yakin bisa sembuh, seperti beberapa tetangga saya yang sudah mendapatkan hasil dari sini," tukas pria yang mengaku berangkat serombongan bersama 12 orang dengan menggunakan mobil pikup ini.

Alasan lain juga diungapkan Sutianah, pasien Ponari lainnya asal Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk. Ibu tiga anak yang menderita penyakit pusing menahun itu juga mengungkapkan alasan yang sama dengan Karim. Dokter, dianggap hanya milik mereka yang memiliki kocek lebih. Sementara untuknya, hanya cukup berobat alternatif, yang selalu memberlakukan tarif seadanya. "Dokter mahal. Berkali-kali saya berobat, selalu di tempat pengobatan alternatif," aku Sutianah dengan logat bahasa Jawa kental.

Dia lantas menyebut tarif dokter yang dianggapnya selangit itu. Menurutnya, hanya untuk sekedar memeriksakan diri, ia harus merogoh kocek minimal Rp50 ribu sekali berobat. Belum lagi, dokter akan menyodorkan resep yang selalu bernilai tinggi. "Kalau di puskesmas, meski agak murah, tapi jarang bisa sembuh untuk penyakit yang parah," katanya sembari berkali-kali menyebut dirinya yakin akan sembih berkat obat yang diberikan Ponari.


Yahh Semoga saja nanti pemenang kampanye damai pemilu indonesia 2009 dapat meningkatkan pelayanan masyarakat dalam kesehatan yang layak dan murah bukan hanya omong kosong saja, tapi bukan pemenang ini "kampanye damai pemilu indonesia 2009" itu yang lagi di konteskan tapi pemenang pemilu 2009 sesungguhnya.:: berharap amien::

Reaksi:

4 comments: